Aksi Bersih Pantai di Kawasan Konservasi Mangrove
Wahid Ilham M. Rifai | 25 Januari 2026 | Dibaca 6 kali |

Aksi Bersih Pantai di Kawasan Konservasi Mangrove

Palu, Tumpukan sampah kiriman mencemari kawasan konservasi mangrove Pantai Dupa, Layana dalam beberapa hari terakhir. Merespons kondisi tersebut, aksi bersih pantai digelar melalui kolaborasi antara NGO Mangrovers, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, DLH Kota Palu, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, serta Kelurahan Layana dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, jenis sampah yang mendominasi meliputi sampah plastik rumah tangga, kemasan sekali pakai, botol plastik, serta limbah kayu dan sampah organik laut.

Tumpukan sampah terlihat meningkat signifikan sejak 3–5 hari terakhir, seiring perubahan pola angin dan arus laut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kawasan pesisir, tetapi juga mengancam fungsi ekologis kawasan konservasi mangrove.

Perwakilan NGO Mangrovers menyampaikan bahwa aksi ini sekaligus menjadi upaya perlindungan ekosistem mangrove. Sementara itu, DLH Provinsi Sulteng menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menangani persoalan sampah laut yang bersifat lintas wilayah.

Aksi bersih pantai ini melibatkan pemerintah, komunitas, relawan, dan masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan pengumpulan serta pengangkutan sampah dari area pesisir dan sekitar mangrove. Sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut oleh armada pengangkut sampah DLH Kota Palu untuk dibawa ke TPA.

Seluruh pihak yang terlibat menegaskan bahwa aksi clean up di kawasan konservasi mangrove Pantai Dupa Layana akan terus dilanjutkan secara berkala, sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran bersama bahwa persoalan sampah laut adalah tanggung jawab lintas daerah.


Sumber: PPID DLH Sulteng

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin